Over 10 years we helping companies reach their financial and branding goals. Onum is a values-driven SEO agency dedicated.

CONTACTS
blog

Aturan Hukum Memasang Stiker Mobil

custting sticker mobil pajero

Aturan Hukum Memasang Stiker Mobil

Saat ini memasang stiker mobil dengan meng-cover/wrapping/menutup body mobil menggunakan stiker vinyl sedang menjadi trend entah itu sebagian maupun semuanya fullbody wrapping.Nah yang sering menjadi pertanyaan konsumen Maxgraphica sidoarjo adalah aturan hukum memasang stiker mobil.

  • 1. Bolehkah itu? Sampai sebatas mana diperbolehkan?
  • 2. Apa risikonya jika tetap dilakukan?
sticker pajero fullbody maxgraphica sidoarjo
sticker pajero fullbody maxgraphica sidoarjo
  • mari coba kita ulas bagaimana hukum nya menurut aturan yang berlaku.

Meng- cover mobil dengan stiker, baik itu di segala permukaan mobil( full body) ataupun sebagian permukaan mobil, bukan tercantum pergantian terhadap spesifikasi teknis ukuran, mesin, serta/ ataupun keahlian energi angkut kendaraan bermotor sebagaimana definisi modifikasi kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, menutup/ wrapping mobil dengan stiker tidaklah tercantum modifikasi kendaraan bermotor.

 Berdasarkan penelusuran kami, menjawab pertanyaan Anda, mengcover seluruh permukaan mobil dengan stiker bukanlah suatu pelanggaran hukum atau boleh dilakukan, dengan catatan, pemasangan/penempelan stiker itu memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut, antara lain:

  1. Pemasangan stiker tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas atau mengganggu konsentrasi pandangan pengendara lain
  2. Jika pemasangan stiker di seluruh badan mobil hingga mengubah cat dasar sehingga berbeda dengan fisik warna kendaraan yang tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (“STNK”), maka ini merupakan pelanggaran hukum jika mobil tersebut tidak diregistrasi dan diidentifikasi ulang atas kendaraan tersebut Hal ini karena warna dasar fisik mobil dengan keterangan warna kendaraan bermotor pada STNK tidak boleh berbeda.

Jika berbeda, maka hal tersebut merupakan pelanggaran hukum. Untuk menghindarinya, maka pemilik mobil wajib mengajukan permohonan registrasi kendaraan bermotor karena ini menyangkut perubahan identitas Kendaraan Bermotor dan pemilik.

baca juga : Branding mobil menggunakan sticker

Registrasi ini dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui sistem manajemen registrasi Kendaraan Bermotor yang merupakan bagian dari Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan digunakan untuk forensik kepolisian.

  1. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan menempelkan stiker yang memuat tulisan atau gambar yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) diatur mengenai larangan menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau lukisan di muka umum dengan maksud supaya isinya diketahui oleh umum yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap (misalnya) golongan rakyat Indonesia (tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan,kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara).

baca juga :    Jasa Cetak Sticker

bagaimana dengan Stiker Full Body Beda warna dengan corak asli Mobil apakah Melanggar

ketentuan? data tentang otomotif, antara lain dipaparkan kalau apabila mobil kita mau diganti rupanya sebab pemasangan stiker, hingga wajib terlebih dulu kita merubah bukti diri corak yang tertera di STNK. Perihal ini bertujuan bukan cuma buat tertib administrasi saja, tetapi yang lebih utama buat pengendalian serta pengawasan kendaraan bermotor.

Dalam halaman itu dipaparkan pula kalau lebih amannya lagi apabila kita mau stiker full body mobil, tetapi rupanya beda dengan corak yang tertera di STNK, kita memohon pesan izin dari pihak kepolisian setempat yang masa berlakunya hingga 3( 3) bulan serta bisa diperpanjang sejauh cocok dengan kepentingan yang diartikan tersebut.

berikut kami berikan tips pemasangan stiker agar tidak melanggar hukum:

  1. Jangan menempel stiker dengan gambar atau warna mencolok sehingga mengganggu konsentrasi pandangan pengguna jalan lainnya. Hal ini semata-mata bertujuan untuk keamanan berlalu lintas juga.
  2. Jangan menempel stiker yang berisi tulisan atau gambar yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan.
  3. Pasanglah stiker mobil dari bengkel resmi atau bengkel yang memiliki SIUP/NPWP guna keperluan pendataan ulang nantinya.
  4. Untuk pemasangan stiker yang temporer (3 sampai 5 tahun), pengendara mobil yang mobilnya ingin dipasang stiker full bodysehingga warnanya berbeda dengan yang tertera di STNK, lebih baik ganti keterangan mengenai warna di STNK dengan melaporkan ke pihak kepolisian bagian Lalu Lintas setempat untuk dilakukan pendataan ulang surat kepemilikan kendaraannya. Caranya, bawalah bukti STNK asli berikut salinannya dan disertai surat keterangan ubahan bentuk atau warna dari bengkel resmi maupun yang memiliki SIUP/NPWP.
  5. Begitu mendapat surat keterangan dari kepolisian bagian Lantas, segera membawanya ke Kantor SAMSAT dengan membawa unit mobilnya untuk dilakukan cek fisik untuk pendataan ulang.
  6. Lanjutkan dengan mengurus administrasi pada Tata Usaha STNK untuk diproses.
  7. Setelah mendapat surat keterangan, tahap selanjutnya pemohonan menuju loket khusus Rubentina (Rubah Bentuk dan Ganti Warna) atau loket yang telah disediakan.

Masih bersumber dari halaman yang sama, stiker full body mobil yang rupanya berbeda dengan warna yang tertera di STNK masih bisa ditoleransi tanpa membutuhkan Pesan Izin dari Kepolisian maupun mengganti warna yang terdapat di STNK, dengan catatan, warna dominan kendaraannya masih sama dengan yang tertera di STNK serta Novel Owner Kendaraan Bermotor(“ BPKB”). Perihal yang butuh dicermati merupakan menimpa tipe rupanya. Sebab terdapat sebagian ATPM( Agen Tunggal Pemegang Merk) mencantumkan tipe glossy/ metal/ doff dalam fakturnya yang mana itu jadi dasar entry informasi di STNK serta BPKB.

Menanggapi persoalan Kamu, memasang stiker pada semua bagian mobil bukan pelanggaran hukum sejauh penuhi ketentuan- ketentuan di atas. Bila pemasangan stiker itu sampai mengganti warna mobil sehingga berbeda dengan STNK tanpa owner mengajukan permohonan identifikasi raga kendaraan buat pendataan ulang, hingga itu sesuatu pelanggaran hukum.

Risikonya, bila sesuatu dikala pengemudi mobil terserang razia ataupun pengecekan kendaraan bermotor tetapi tidak bisa menampilkan STNK yang cocok dengan fisik mobil, hingga ancaman pidananya merupakan kurungan sangat lama 2( 2) bulan ataupun denda sangat banyak Rp500. 000, 00( 5 ratus ribu rupiah).[6]

Demikian Ulasan dari kami berdasarkan aturan yang berlaku semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
  2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

[1] Pasal 1 angka 12 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP 55/2012”) jo. Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”).

[2] Berdasarkan Pasal 37 ayat (1) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi Dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, dalam STNK, salah satunya, memuat tentang warna kendaraan bermotor.

[3] Pasal 64 ayat (2) huruf b UU LLAJ.

[4] Pasal 64 ayat (4) dan (5) UU LLAJ

[5] Pasal 156 dan Pasal 157 KUHP

[6] Pasal 288 ayat (1) UU LLAJ

 

  Jika pemasangan stiker di seluruh badan mobil hingga mengubah cat dasar sehingga berbeda dengan fisik warna kendaraan yang tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (“STNK”), maka ini merupakan pelanggaran hukum jika mobil tersebut tidak diregistrasi dan diidentifikasi ulang. Hal ini karena perubahan identitas fisik kendaraan bermotor wajib diregistrasi untuk forensik kepolisian.

 

Author

maxadmin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *